2 December 2008
Jakarta, Selasa (02/12). Lima hari sudah Ayu (12) dan Nuri (5) berada dalam penanganan tim RSCM, sejak Ayu dan Nuri dibawa ke RSCM untuk mendapatkan perawatan sebagai kelanjutan program Malnutrition Rehabilitation Program (MRP). Mereka adalah dua diantara 215 anak penderita gizi buruk yang ditangani ACT sebagai kepedulian ACT mengentaskan gizi buruk.
“Selama tiga bulan ini kenaikan berat badan Ayu tidak begitu signifikan, karena saat tim MRP menemukan Ayu kondisinya sudah sangat parah seperti kulit berbalut tulang. Di tambah kondisi ekonomi keluarganya yang amat memprihatinkan sehingga keluarganya pun tidak fokus mengurus Ayu,” jelas Rini Maryani koordinator program MRP ACT.
Tidak hanya Ayu, hari itu tim juga mendatangi Nuri yang rumahnya berdekatan dengan Ayu. Nuri juga tinggal di Parung Panjang salah satu dari penderita kekurangan gizi ditambah derita akibat luka di bagian bokongnya yang terkena linggis sejak berumur 2 tahun, namun tidak diberikan penanganan medis.
Derita Nuri tak berhenti sampai di gizi buruk saja, luka akibat linggis itu kini merusak pinggulnya karena infeksi ditambah lagi dengan TB paru yang dideritanya.
Menjelang sore tim MRP ACT yang ditemani Ibu Uun, relawan ACT langsung membawa Ayu ke RSCM untuk mendapatkan pertolongan sebagai kelanjutan program.
Saat ini Ayu dan Nuri pun masih dalam pengawasan tim MRP, “Alhamdulillah berat badan Ayu sudah naik 1 ons sejak dirawat di RSCM dan Nuri sudah mau makan,” ungkap Ita relawan MRP yang mendampingi Ayu dan Nuri di RSCM.
“Saya juga senang karena bisa bergabung dalam tim MRP dan menjadi bagian dari usaha mengentaskan gizi buruk,” ungkap Ita tulus.
Gizi buruk merupakan ancaman bagi keberlangsungan generasi bangsa, maka peduli pada korban gizi buruk adalah suatu keharusan dan bukti nyata kepedulian terhadap bangsa.
Mari peduli dan bantu mereka. (ACT)