10 October 2009

Insya Allah, guna memberikan bantuan terbaik yang selayaknya kepada masyarakat pengungsi dan korban gempa di Sumatera Barat, ACT mencanangkan pembangunan rumah tinggal sementara (temporary shelter) yang akan dimulai Rabu, 7 Oktober 2009 di Kecamatan Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Tepat di hari ke tujuh pasca gempa yang mengguncang tanah Sumatera Barat dan telah mengakibatkan lebih seribu orang meninggal dunia, ratusan ribu terluka dan bangunan yang rusak mencapai lebih dari dua ratus ribu rumah. Ratusan ribu jiwa pun menjadi pengungsi, sebagian besar mereka tak memiliki selembar terpal ntuk tempat berlindung dan berteduh. Para pengungsi itu tersebar di banyak titik lokasi gempa di seluruh Sumatera Barat, dan Kabupaten Padang Pariaman merupakan salah satu titik terparah karena hampir 90% rumah warga hancur.
Hal terpenting bagi para pengungsi pasca gempa adalah bagaimana memiliki kembali tempat berteduh. Tenda yang mereka harapkan tidak kunjung tiba, bahkan selembar terpal pun tak punya. Mereka pun tidur di bawah pohon atau di antara reruntuhan rumah mereka. Siang hari tertempa panas matahari, malam hari diterjang angin dingin. Bayangkan bila hujan tiba, sebab hanya sedikit tempat yang bisa dipakai berteduh. Andaikan mereka orang yang berpunya, mungkin sudah membangun kembali rumah mereka dengan tabungan yang dimiliki. Masalahnya, sebagian besar pengungsi adalah kaum dhuafa. Mereka tinggal di kampung-kampung dengan bertani dan ternak sebagai penghasilan utamanya. Kemiskinan pun berlipat ganda lantaran bukan hanya rumah yang hancur, ladang dan ternak pun habis diterjang alam.
Semangat hidup para pengungsi harus kembali dibangkitkan, dan kehidupan selalu dimulai dari rumah. Maka pembangunan temporary shelter bagi masyarakat pengungsi bukan hanya kebutuhan, melainkan awal dimulainya kehidupan baru bagi para korban gempa. Bukan bermaksud mengecilkan arti sebuah tenda, namun yang dilakukan ACT mulai tanggal 7 Oktober 2009 ini dalam rangka memindahkan para pengungsi dari tenda ke tempat yang lebih nyaman.
Nilai strategis pembangunan temporary shelter bukan sekadar memberikan tempat tinggal yang lebih baik. Dalam proses ini juga terkandung semangat gotong royong, kebersamaan, saling mengisi dan berbagi dalam kondisi serba kekurangan, saling menguatkan dan membantu sesama. Dalam kondisi kesulitan, sebuah omunitas masyarakat akan semakin kuat, semakin menyatu satu sama lain, semakin memahami kondisi sesama. Oleh karena itu, sudah menjadi karakter program ACT bahwa sasaran program adalah sebuah komunitas, bukan individu.
Membangun sebuah komunitas adalah membangun sebuah bangsa, bangsa yang kuat karena diisi oleh komunitas-komunitas masyarakat yang kuat. Begitu satu komunitas melemah, maka kewajiban setiap individu bangsa ini untuk menguatkan yang lemah itu. Sebab jika dibiarkan, maka kelemahan di satu titik itulah yang akan menjadi potensi penyebab kehancuran sebuah bangsa. Di tanah Sumatera Barat lah fokus penguatan itu harus dilakukan, dan ini menjadi kewajiban semua elemen bangsa ini. Bukan hanya satu dua pihak saja yang bertanggungjawab, melainkan seluruh entitas negeri ini punya hak dan kewajiban yang sama untuk menguatkan. Kita akan menjadi bangsa yang lemah karena kelalaian kita untuk memperkuat satu titik yang melemah, karena keterlambatan kita mengisi celah yang kosong.
Tanah seluas dua hektar sudah disiapkan di Sungai Sariak, Padang Pariaman. Dengan menyebut nama Allah, ACT bertekad menggelar lagi salah satu program masterpiece dalam penanganan bencana. Bahwa bencana harus ditangani secara terpadu dengan manajemen yang baik serta terarah. Karena itu, program pemulihan bencana menjadi sarat mutlak dalam penanganan bencana. Fase darurat masih berlangsung, pengelolaan dan distribusi bantuan masih menghiasi tanah Minang, namun masyarakat korban bencana juga harus segera dibangunkan, jangan dibiarkan terlena dan terus menerus bersedih. Semoga, rumah tinggal sementara (temporary shelter) ini akan menjadi awal mengembangnya senyum mereka, permulaan kebangkitan pasca gempa. Orang Minang, Ayo Bangkit Bersama! (Gaw/ACT)